
Bengawanpost.web.id, Lamongan – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Kabupaten Lamongan menyosialisasikan Pengawasan Pemilu Partisipatif yang bertema “Peran Serta Masyarakat Lawan Politisasi SARA dan Berita Hoax Menuju Demokrasi Sehat dalam Pemilu Tahun 2024”. Acara yang dibuka Ketua Bawaslu Lamongan, Toni Wijaya, dan dihadiri Anggota Bawaslu Lamongan, Muttaqin dan Farid. Serta Abdin Munif sebagai
pemateri.
“Sosialisasi ini berdasarkan Pasal. 448 UU No. 07 Tahun 2017, dan bertujuan agar Ormas dan Media Massa di Kabupaten Lamongan tidak terpengaruh dan ikut berperan meninimalisir politisasi SARA dan Berita Hoax Pemilu 2024,” kata Ketua Bawaslu Lamongan, Toni Wijaya saat membuka sosialisasi tersebut, di Hotel Grand Mahkota Lamongan, Rabu (27/09/2023).
Sementara itu, Abdin Munif, sebagai pemateri menyampaikan fakta mengejutkan tentang naiknya partisipasi politik yang diiringi oleh naiknya isu berita hoax. Menurutnya, terdapat total 1731 konten berita hoax yang beredar mulai Agustus 2018 hingga April 2019. Fenomena ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi dalam Pemilu 2024 mendatang.
Dalam rangka mengatasi tantangan ini, peran aktif masyarakat sangat diharapkan. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah:
Melaporkan Konten-Konten Bernada Negatif (SARA dan Berita Hoax Pemilu) : Masyarakat diharapkan untuk aktif dalam melaporkan konten-konten yang bersifat negatif, terutama yang berpotensi memicu politisasi SARA dan berita hoax terkait pemilu. Hal ini akan membantu pengawasan yang lebih efektif terhadap informasi yang tidak benar dan merugikan.
Terus Memperkuat Literasi Digital : Literasi digital menjadi senjata penting dalam menghadapi penyebaran berita palsu. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang cara memverifikasi informasi yang mereka temui di dunia digital akan membantu menjaga pemilu yang sehat dan adil.
Terlihat sosialisasi ini dihadiri Ormas dan media massa Se-Kabupaten Lamongan, diantaranya HmI Cabang Lamongan, GMNI, IMM, PMII, Pemuda Muhammadiyah, NA, IPM, Ansor, IPNU, Fatayat, Kartar, Pemuda LDII, PWI dan Media Massa Lamongan.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Lamongan akan pentingnya peran serta aktif dalam menjaga integritas pemilu. Dengan demikian, pemilu tahun 2024 dapat berlangsung dalam suasana yang lebih sehat dan demokratis. *[BP]



