Kolaborasi UNESA dan YBM PLN Sulap Menanggal Surabaya Jadi Sentra Edu-Wisata Ketahanan Pangan

Bengawanpost.biz.id, Surabaya – Sebuah langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal resmi dimulai. Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UIP JBTB meluncurkan program Kelompok Usaha Cahaya (KUC) bernama “xBATES” Edu Wisata.
Proyek yang mengintegrasikan sentra pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan ini berlokasi di Kelurahan Menanggal, Kota Surabaya, dan diresmikan pada Jumat (19/06/2026). Kehadiran xBATES menjadi bukti sukses kolaborasi pentahelix—antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan media—dalam membangun ekosistem pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dari Lahan Produktif hingga Dukung Target Global (SDGs)
Program xBATES dirancang bukan sekadar sebagai lahan hijau, melainkan pusat pembelajaran interaktif dan wisata edukasi. Di sini, masyarakat bisa belajar konsep urban farming (pertanian perkotaan), pengelolaan pangan berkelanjutan, hingga penguatan ekonomi lokal lewat model Kewirausahaan Sosial Islam yang dapat direplikasi diberbagai wilayah.
Dekan FKP UNESA, Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen kampus untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
“Wisata Edukasi Ketahanan Pangan ini menghubungkan ilmu pengetahuan, praktik lapangan, dan penguatan ekonomi warga. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan model yang berkelanjutan sekaligus mendukung SDGs Tujuan 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan),” urai Prof. Nining.
Menjadi Laboratorium Hidup bagi Masyarakat
Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi ruang belajar kontekstual. Wakil Dekan Bidang Akademik FKP UNESA, Prof. Dr. Isnawati, menjelaskan bahwa mahasiswa, pelajar, dan warga sekitar bisa memanfaatkan area ini sebagai laboratorium alam. Warga tidak hanya diajari cara menanam, tetapi juga dibekali keterampilan mengolah pangan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama FKP UNESA, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, menambahkan bahwa sinergi multisektor adalah kunci utama dari keberhasilan inovasi sosial seperti xBATES ini.
“Kerja sama antara Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha/Bisnis, Komunitas, dan Media merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan inovasi sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Mendorong Kemandirian Warga
Dari sisi mitra, Achmad Fatkhurrozi selaku Manajer YBM PLN UIP JBTB, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari misi mereka untuk melahirkan program yang memicu kemandirian.
“Kami berharap Wisata Edukasi Ketahanan Pangan Menanggal ini bisa menjadi pusat inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal,” tuturnya.
Apresiasi mendalam juga datang dari Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Menanggal. Ia mengaku bersyukur atas pendampingan intensif dari UNESA dan YBM PLN yang telah menyulap lahan di wilayahnya menjadi kawasan produktif yang bernilai ekonomi.
Peresmian Interaktif
Prosesi launching xBATES ditandai dengan peninjauan langsung ke kawasan edukasi, demonstrasi budidaya tanaman pangan, serta sesi dialog hangat bersama warga setempat.
Melalui kehadiran xBATES di Kelurahan Menanggal, UNESA dan YBM PLN berharap dapat menciptakan ikon pemberdayaan baru di Surabaya yang inovatif, mandiri, dan berdampak jangka panjang bagi pembangunan berkelanjutan. *[UNESA/BP]



