
Bengawanpost.biz.id, Lamongan – Suasana khidmat menyelimuti Rapat Anggota Komisariat (RAK) Ke-3 dan Musyawarah Kohati (Muskoh) Ke-3 HMI Komisariat Bilfath, Cabang Lamongan, yang berlangsung pada Minggu (12/07/2026). Mengangkat tema “Bertumbuh, Berbenah, dan Berkelanjutan”, forum tertinggi ini bukan hanya menjadi ajang pergantian nahkoda, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh kader untuk memperkuat komitmen organisasi.
Dalam forum yang berjalan dinamis tersebut, Akhmad Syamsudin Sholeh Adzim kembali diberi kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Formatur/Ketua Umum HMI Komisariat Bilfath periode 2026-2027. Bersamaan dengan itu, Sabrina Marselita Putri Kirana terpilih untuk memimpin Kohati Komisariat Bilfath, membawa harapan baru bagi pengembangan peran HMI-Wati ke depan.
Menyongsong Masa Depan dengan Visi Baru
Usai terpilih, Akhmad Syamsudin Sholeh Adzim menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran ini. Ia menegaskan tekadnya untuk menjadikan HMI Komisariat Bilfath sebagai “rumah kader yang aktif, solid, dan bermanfaat.”
Visi tersebut akan ia tuangkan melalui tiga misi utama: penguatan kaderisasi yang berbasis kekeluargaan, mengobarkan kembali semangat diskusi intelektual, serta mendorong kader agar lebih berdampak luas, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Harapan bagi Pemimpin Baru
Kehadiran Kanda Idrus dari Pengurus HMI Cabang Lamongan memberikan warna tersendiri. Dalam sambutannya saat membuka acara, ia menekankan bahwa forum RAK dan Muskoh ini adalah jantung dari keberlangsungan organisasi.
”Ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ini adalah ruang bagi kita untuk mengevaluasi diri dan merancang masa depan. Kami berharap, kepemimpinan baru ini mampu melahirkan langkah-langkah progresif yang tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan HMI,” pesan Kanda Idrus.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana, Moch Ubaidillah Rosyid, mewakili seluruh panitia mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak. Meski terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, ia berharap semangat untuk bertumbuh dan berbenah tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh kader setelah kegiatan ini berakhir.
Sebuah Perjalanan Kolektif
Dipimpin oleh presidium sidang yang terdiri dari Ramadani, Dinda Alisya, dan Yunda, jalannya persidangan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Agenda dimulai dari prosesi sakral pembukaan—menyanyikan Indonesia Raya, Hymne HM, dan Mars Kohati yang kemudian berlanjut ke sesi inti, yakni pembahasan laporan pertanggungjawaban, evaluasi kritis atas program kerja sebelumnya, hingga diskusi terbuka yang melibatkan seluruh kader.
Kini, dengan digelarnya acara tersebut, HmI Komisariat Bilfath bersiap melangkah ke babak selanjutnya. Hasil dari musyawarah ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi seluruh kader untuk terus bertumbuh dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. *[BP]



