Agrokomplek

Tingkatkan Ekspor Vanili, Sarasehan ASTANIVA Semarang Hadirkan OMNI Trade.Inc Dallas USA

Bengawanpost.web.id, Semarang – Sebagai upaya meningkatkan ekspor Vanili, sebanyak 60 petani Vanili di Kaupaten Semarang yang tergabung dalam Asosiasi Petani Vanili (Astaniva) Kabupaten Semarang mengikuti “Sarasehan dan Tasyakuran”, di Gedung Kiskendo Hotel Griya Persada Bandungan – Kabupaten Semarang pada 19-20 Januari 2024.

Kegiatan yang dipandu langsung Ketua Astaniva Kabupaten Semarang, Susfijaryanto ini, sebagai ajang silahturahmi suplayer vanili Jateng – DIY dengan fihak terkait, serta penyampaian tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait Regulasi baru untuk eksport tanaman vanili.

Hadir dalam acara tersebut antara lain : Ardian Raharja (Perwakilan dari OMNI Trade.Inc Dallas USA), Aswin Condro (Komisaris PT Sumber Rahardja Makmur/SRM Semarang), Lusi Ambarwati (Perwakilan Dinas Pertanian, Perikanan & Pangan/Dispertaniap Kab Semarang), dan seluruh Anggota Astaniva Kab Semarang.

Lusi Ambarwati, mewakili Kepala Dispertanikap Kab Semarang menyampaikan, bahwa pertemuan yang digelar oleh Astaniva ini dinilainya lengkap. Pasalnya, hadir pula eksportir, importer, para petani Vanili, serta pihak dinas terkait. Dispertanikap Semarang sangat berharap ekspor Vanili di Kab Semarang ini kedepannya akan semakin meningkat.

“Diakui atau tidak bahwa potensi yang ada belum maksimal, namun kesempatan terbuka ini harus dapat dimanfaatkan demi meningkatkan ekspor kedepannya. Kami siap memberikan pendampingan dan yang telah dilaksanakan adalah pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Petani Vanili dimasing-masing Kecamatan di Kab Semarang ini. Dan dalam pembentukan KUB ini dapat sekaligus dilaksanakan edukasi kepada petani milenial. Dari sini, kedepan kualitas Vanili akan semakin meningkat,” jelas Lusi Ambarwati, dalam sambutannya, Jum’at (19/01/2024).

Lusi menambahkan, bahwa acara semacam ini dapat diagendakan secara berkala. Selain itu, perlu digelar atau diagendakan ‘Ngopi Bareng’ dengan Bupati Semarang dan jajarannya. Hal ini penting untuk dilakukan dan dapat direncanakan secara matang.

Masih dalam kesempatan ini, Ardian Raharja (Perwakilan OMNI Trande.Inc Dallas USA) menyampaikan, bahwa sampai sekarang ini tahun 2024, Indonesia baru bisa ekspor Vanili ke USA 30 persen-nya dari yang dibutuhkan. Dan 70 persen-nya, Vanili dapat dipenuhi dari Madagaskar.

“Untuk PT SRM Semarang mulai melakukan ekspor Vanili ke Dallas USA tahun 2017. Lalu, tahun 2023 yang ‘launching’ ekspor Vanili dilakukan langsung oleh Bapak Ngesti Nugraha (Bupati Semarang) dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran. Harapan kami, Indonesia dapat semakin meningkat dalam ekspor Vanili ke USA ini,” kata Ardian.

Dalam acara sarasehan itu, terlihat hidup karena para petani banyak bertanya terkait mengembangkan Vanili itu. Bahkan, muncul pertanyaan terkait dengan masalah pestisida serta tanaman bermusuhan khususnya dengan Vanili. Begitu juga terkait perawatan maupun penyiraman serta pemanenan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Astaniva Kabupaten Semarang, Susfijaryanto menyampaikan komitmen Astaniva Kabupaten Semarang ke OMNIE TRADE DALLAS untuk disiplin melakukan dan melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait Regulasi baru budidaya vanili yang diterapkan oleh buyer.

“Sebagai upaya meningkatkan ekspor Vanili, Kami berkomitmen mewujudkan dan menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait regulasi baru standart budidaya vanili untuk menghasilkan produk vanili yang seragam dan sesuai dengan permintaan buyer atau pangsa pasar Eropa yang merupakan pengguna terbesar dari produk vanila dunia,” tandas Susfijaryanto bersemangat. *[BP]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button