Dukung Konservasi Air, Ibu-Ibu di Bojonegoro Deklarasikan Komunitas Srikandi Penyelamat Bumi

Bengawanpost.biz.id, Bojonegoro — Upaya memperkuat peran perempuan dalam pelestarian lingkungan terus digelorakan. Puluhan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari empat desa di Kabupaten Bojonegoro mengikuti Kampanye Gerakan Konservasi Air melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan.
Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Sikas Bhakti Nusantara dengan dukungan penuh dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Joglo, Kalitidu, Bojonegoro, pada Kamis (06/08/2026).
Peserta kegiatan merupakan perwakilan kader TP PKK dari Desa Leran dan Wotanngare (Kecamatan Kalitidu), Desa Sedahkidul (Kecamatan Purwosari), serta Desa Kendung (Kecamatan Padangan). Gerakan ini difokuskan untuk mengoptimalkan peran kaum perempuan—khususnya para ibu—dalam menjaga ketersediaan air bersih melalui pemanfaatan lubang resapan biopori sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Manajer Program Yayasan Sikas Bhakti Nusantara, Ali Abidin, menekankan posisi strategis perempuan dalam pengelolaan air dan pendidikan lingkungan di tingkat keluarga.
”Ibu-ibu adalah sosok yang paling tahu kebutuhan air di rumah tangga. Selain itu, ibu juga merupakan guru pertama bagi anak-anaknya, sehingga edukasi lingkungan yang dimulai dari rumah akan membawa dampak panjang bagi kelestarian alam,” ujar Ali.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Mata Air Foundation, Dian Martha, menjelaskan keunggulan teknis serta nilai tambah pembuatan biopori yang ramah anggaran dan mudah diaplikasikan.
”Biopori ini merupakan gerakan yang paling mudah dan murah untuk menjaga lingkungan serta konservasi air. Dengan memasukkan sampah organik ke dalam lubang biopori, kita tidak hanya menabung air tanah, tetapi juga melakukan amal jariyah untuk bumi dan masa depan anak cucu kita,” jelas Dian.
Sesi diskusi dan tanya jawab diwarnai tingginya antusiasme peserta. Anggota TP PKK tampak aktif berbagi pengalaman praktik penggunaan biopori di pekarangan rumah masing-masing, sekaligus merumuskan rencana aksi penambahan lubang biopori baru di wilayah tempat tinggal mereka.
Sebagai puncak acara, para peserta secara resmi mendeklarasikan pembentukan komunitas lingkungan hidup bernama Srikandi Penyelamat Bumi. Pembentukan wadah ini ditandai dengan pengucapan ikrar bersama sebagai wujud komitmen para kader perempuan untuk secara konsisten menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui komunitas baru ini, para kader TP PKK Bojonegoro siap mengawal dan menggerakkan pembuatan biopori di desa masing-masing secara berkesinambungan. *[SN/BP]



