ArtikelBP

UN Inovasi Baru Dihadirkan Kembali, Pentingkah?

Oleh : Fani Devikasari

Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen RI mengumumkan bahwa ada sistem evaluasi baru. Dikutip dari akun YouTube Metro TV, Abdul Mu’ti mengatakan, “Kami akan memiliki sistem evaluasi baru yang dia akan berbeda dengan sebelumnya, tapi sistem evaluasi baru yang berbeda itu seperti apa, ya tunggu sampai kami umumkan”. Sistem evaluasi baru tersebut berkaitan dengan UN (Ujian Nasional) yang pernah diterapkan di Indonesia.

Ujian Nasional atau UN pertama kali muncul pada tahun 2005. UN diperkenalkan oleh Muhammad Nuh. UN berfungsi sebagai alat untuk mengukur kompetensi akademik. UN dilakukan melalui tes objektif yang terstandarisasi diseluruh Indonesia. Akan tetapi, pada 1 Februari 2021 Nadiem selaku Mendikbud RI sepakat meniadakan UN. UN dianggap memberi tekanan akademis yang berlebihan kepada siswa.

UN digantikan dengan pengimplementasian sistem penilaian berbasis kompetensi. Kemendikdasmen berencana mengadakan UN kembali dengan konsep baru pada tahun 2025. Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen menyampaikan bahwa UN akan diadakan lagi pada tahun 2025/2026. UN kembali dengan inovasi baru yang disebut Tes Kemampuan Akademik atau disebut TKA.

Hal tersebut disambut baik oleh masyarakat yang bisa dilihat dari komen diberbagai media. UN menjadi bagian penting dalam penilaian evaluasi kompetensi belajar. UN berperan penting dalam dunia pendidikan. Terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia. UN bertujuan untuk menilai keterampilan berbahasa siswa. UN menjadi tolak ukur keberhasilan sistem pendidikan di Indonesia. UN juga menentukan kelulusan siswa. Hasil UN sebagai dasar evaluasi sistem pendidikan di sekolah.

UN dapat mengukur tingkat kompetensi secara objektif. UN dapat menguji kemampuan komunikatif dan kognitif siswa. UN dapat meningkatkan literasi siswa, karena materi yang diujikan melibatkan teks bacaan. UN membuat sekolah berupaya memastikan seluruh siswa memiliki kompetensi dasar dalam bahasa Indonesia yang akan diujikan. Banyak sekolah mengadakan jam tambahan untuk meningkatkan kompetensi siswa tersebut.

UN sempat ditiadakan secara resmi pada tahun 2021. Dikutip dari tayangan YouTube CNN Indonesia, pada tahun 2019 Jusuf Kalla (JK) berpendapat, bahwa penghapusan UN akan memberi pengaruh buruk. Siswa tidak sungguh-sungguh dalam belajar, menciptakan generasi lembek, dan mengakibatkan penurunan nilai. Hal tersebut berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya. Menurut JK, kebijakan yang diambil merupakan kebijakan yang salah.

Penghapusan UN memberi dampak buruk pada sistem pendidikan di Indonesia. Dampak peniadaan UN, yaitu siswa kehilangan semangat dalam belajar. Sistem pendidikan menjadi kehilangan standar penilaian yang sama. Evaluasi pembelajaran bergantung pada internal. Tolak ukur penilaian menjadi berbeda.

Ujian Nasional 2009 (sumber: Nugroho Khoironi/ www.flickr.com)

UN memang harus diterapkan kembali. Akan tetapi, UN harus muncul dalam inovasi baru agar lebih efektif. Pengadaan kembali UN inovasi baru disambut baik oleh berbagai pihak. Banyak tanggapan dari berbagai pihak mengenai pengadaan UN inovasi baru.

Netizen setuju mengenai penerapan UN kembali di Indonesia. Dikutip dari komentar akun YouTube @widodosmanis9165, dirinya menyatakan bahwa UN mampu meningkatkan semangat dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Orang tua dari salah satu siswa berpendapat, bahwa dirinya setuju pengadaan UN kembali.  UN dinilai dapat meningkatkan motivasi anaknya dalam meraih nilai tinggi.

Salah satu guru di kota Solo mendukung penerapan UN inovasi baru. Menurutnya, UN dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Guru tersebut menilai motivasi belajar siswa menurun ketika UN ditiadakan. Salah satu siswa berpendapat bahwa dirinya sangat setuju dengan pengadaan UN kembali. Adanya UN membuat banyak siswa melakukan ikhtiar dalam menghadapi UN.

Dilihat dari berbagai aspek, menurut saya UN memang harus diterapkan kembali. Saya berharap UN inovasi baru mampu meningkatkan literasi siswa. Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan kompetensi siswa dalam keterampilan berbahasa. Saya berharap dengan hadirnya UN inovasi baru, evaluasi pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif.

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=1aI23fB7q_I

https://www.youtube.com/watch?feature=shared&v=7SiTtjgYKBc

Penulis : Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button