AgrokomplekBeritaLamonganPerikanan

Aplikasi Teman SPB Resmi Dipakai: PPN Brondong Terapkan Digitalisasi untuk PB dan STBLKK

Bengawanpost.biz.id, Lamongan – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, membawa kabar gembira bagi para nelayan. Mulai saat ini, penerbitan Persetujuan Berlayar (PB) dan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal (STBLKK) sudah dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Teman SPB. Inovasi ini menjanjikan proses yang lebih praktis, cepat, dan tanpa ribet.

Hal ini terungkap dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait Review Standar Pelayanan (SP) PPN Brondong yang digelar secara daring via Zoom Meeting pada Rabu (30/10/2025).

Syahbandar PPN Brondong, Sri Agung, menjelaskan bahwa digitalisasi ini sejalan dengan aturan baru dari Ditjen Perikanan Tangkap, yaitu Surat Edaran (SE) Nomor B.704/DJPT/HK.410/2025.

“Penerbitan PB dan STBLKK lewat aplikasi Teman SPB itu sesuai dengan aturan baru dari Ditjen Perikanan Tangkap… Yuk, manfaatkan fitur ini dan nikmati kemudahan layanan digital di PPN Brondong,” ajak Sri Agung.

🎣 Tata Kelola dan Aturan Baru

Dalam kesempatan yang sama, Sri Agung juga mengingatkan nelayan tentang pentingnya memiliki Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) untuk hasil tangkapan. Selain itu, ia juga menekankan beberapa aturan dalam Standar Pelayanan yang mengatur:

  • Alat Tangkap:Jaring tarik berkantong harus berukuran minimal 2 inch, sementara penggunaan alat tangkap Cantrang dilarang.
  • Peralatan Kapal:Harus dilengkapi lampu 16.000 watt, pelampung, alat navigasi, pemadam kebakaran, dan lainnya.
  • Penghargaan Kapal:Kapal berizin akan mendapatkan reward dengan bendera biru dan diprioritaskan, sedangkan kapal tidak berizin akan ditandai dengan bendera merah.

Sementara itu, Subekti, Perwakilan Tata Kelola Pelayanan dan Usaha PPN Brondong, menambahkan bahwa terdapat sedikit perubahan terkait waktu keluarnya izin sewa lahan di PPN Brondong.

💡 Dialog dan Komitmen Pelayanan Prima

Sesi dialog usai pemaparan memunculkan beberapa masukan dari stakeholder. Sudarlin dari KNTI meminta PPN Brondong untuk lebih memudahkan pelayanan bagi nelayan, terutama dalam hal perizinan digital, termasuk masalah lupa akun.

Masalah kebersihan pelabuhan, seperti sampah, gudang yang tidak memiliki resapan air, perbaikan jalan berlubang, dan pengaturan jam berlabuh kapal, juga menjadi sorotan.

Menariknya, perwakilan dari Unirow Tuban menawarkan solusi inovatif untuk masalah sampah, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi solar—sebuah program yang sudah mereka terapkan di TPI Palang Tuban.

Menanggapi berbagai masukan, Kepala PPN Brondong, Nur Alimin, menegaskan komitmennya dalam peningkatan layanan.

“Fihaknya dalam pelayanan berfokus pada Customer Orientation, sehingga apapun masukan dan kritik dari fihak terkait akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang ada, baik peraturan lokal maupun nasional,” ujar Nur Alimin.

Kepala PPN Brondong juga menyambut baik tawaran penanganan sampah plastik dari Unirow Tuban.

🤝 Komitmen PPN Brondong dalam Transparansi

Kegiatan FKP ini dihadiri oleh perwakilan nelayan, pengguna jasa, akademisi, media massa, dan instansi terkait. FKP ini merupakan wujud komitmen PPN Brondong untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pelayanan publik, serta memastikan Standar Pelayanan tetap relevan dan efektif dalam menjawab kebutuhan riil pengguna jasa di pelabuhan.

Semua masukan konstruktif yang terkumpul dalam dialog ini akan menjadi bahan utama penyempurnaan Standar Pelayanan PPN Brondong. *[TN]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button