
Bengawanpost.info, Lamongan – Mahasiswa sebagai civitas akademik dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat atau KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) diharapkan menerapkan Konsep Pentahelix.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Lamongan, Abdul Ro’uf saat memimpin apel penerimaan mahasiswa KKN-T di wilayah Kabupaten Lamongan.
“Konsep pentahelix yang dimaksudkan, yakni konsep yang mengedepankan sinergitas 5 aspek didalam menyelesaikan persoalan. Dan lima aspek tersebut diantaranya adalah Masyarakat, Pemangku kebijakan atau Pemerintah, Pengusaha atau pemberi modal yakni swasta, Dunia pendidikan atau akademisi, dan Media atau penyalur informasi,” kata Pak Ro’uf di halaman Pemda Lamongan, Selasa (12/07/2022).
Agar dalam pelaksanaan KKN dapat bermanfaat dan tepat sasaran, Pak Ro’uf menyampaikan beberapa potensi Kabupaten Lamongan yang dapat dikembangkan lebih optimal melalui kebijakan para mahasiswa dan para mahasiswi. Mulai dari pertanian hingga pariwisata.
Lebih lanjut, Pak Ro’uf berharap, peserta KKN-T mampu menjadi Katalisator di Kabupaten Lamongan. “Mahasiswa/mahasiswi ini nantinya mampu membantu menjadi katalisator dalam pembangunan di Kabupaten Lamongan, berbagai inisiasi inovasi tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tutur Pak Ro’uf.

Selain itu, Pak Ro’uf juga menyampaikan, para mahasiswa KKN-Tematik dalam pengabdian masyarakatnya dapat berbaur dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.
KKN-T yang dilaksanakan mulai 12 Juli hingga 30 Agustus ini bertepatan dengan bulan vaksinasi campak dan rubella di Kabupaten Lamongan, sehingga Pak Ro’uf mengharapkan mahasiswa dapat membantu dalam percepatan vaksinasi.
“KKN-T dilaksanakan hingga Agustus merupakan bulan vaksinasi campak atau rubella. Oleh karenanya, peserta KKN bisa mendukung vaksinasi campak anak, serta melakukan vaksinasi vaksin covid-19 bagi yang belum lengkap. Selain itu, peserta KKN bisa membuat sosialisasi terkait Asman Toga (Asuan Mandiri Taman Obat Keluarga), hingga IPRT-nya,” kata Pak Ro’uf
KKN-T yang dilaksanakan dibulan Juli hingga Agustus 2022 ini diikuti oleh 639 Mahasiswa, yang terdiri dari Universitas Airlangga (360 mahasiswa), Universitas 17 Agustus (31 mahasiswa), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah dan Universitas Billfath Lamongan (248 mahasiswa). Dan dilaksanakan di 44 desa, 6 kecamatan di Kabupaten Lamongan meliputi Kecamatan Sambeng, Babat, Paciran, Ngimbang, Bluluk dan Sukorame. *[BP]



