
Bengawanpost.web.id, Lamongan – Pada Minggu (27/11/2022) sekitar setengah jam terjadi banjir di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Akibatnya, sebanyak 21 Kepala Keluarga di Desa Gampangsejati terendam banjir dengan ketinggian berkisar 30 centimeter.
“Hari ini banjir merendan RW 1 Gampangsejati, tapi meskipun terendam banjir, warga tidak mengungsi, mereka tetap dirumahnya, karena ini sudah sering terjadi. Tinggi air hari ini didalam rumah ada yang mencapai satu meter,” kata Faisal Aditya – Perwakilan Pemuda Desa Gampangsejati kepada media.
Faisal mengungkapkan, bahwa banjir di RW 1 ini rutin terjadi ketika musim penghujan tiba. Dan banjir yang menjadi langganan warga Desa Gampangsejati ini juga merendam puluhan hektar sawah milik warga, dan fasilitas umum lainnya. Seperti bangunan sekolah dan musholah.
“Ada dua sekolah yang terendam banjir, jadi hari senin besok siswa-siswi diwajibkan untuk bersih-bersih. Kalau sawah milik warga yang terendam banjir mencapai hampir 30 hektare,” ungkapnya.

Menurut Faisal, banjir yang terjadi di wilayahnya akibat tata kelola hutan rakyat dan hutan lindung yang buruk, serta adanya proyek selokan yang tidak terurus dan terbengkalai.
“Penyebab banjir ini, disinyalir karena banyaknya kawasan hutan yang kini beralih fungsi.dari hutan jati menjadi tanaman tebu. Selain itu, terjadi pendangkalan permukaan tanah sungai 30 sentimeter per tahun dan terjadi mulai tahun 2015-an, kemudian penyebabnya tidak jauh dari perubahan iklim,” terangnya.
Persoalan banjir yang menjadi langganan warga Gampangsejati ini, lanjut Faisal, perlu ada penanganan yang komprehensif. Sebab jika tidak, maka lahan produktif sawah akan gagal panen serta kerusakan fasilitas lainnya.
“Penyebab utamanya ya itu terjadi pendangkalan sungai dan perubahan iklim, serta tata kelola hutan rakyat dan proyek selokan yang mangkrak itu sebagai katalisator, makanya ini Pemkab Lamongan perlu penanganan yang komprehensif,” pintanya.

Penting diketahui, bahwa pada Rabu dini hari (06/07/2022) lalu, Kali Gampang dan Kali Segundeng yang berada di Kecamatan Laren meluap, sehingga terjadi banjir bandang yang merendam jalan raya Laren-Blimbing, sampai permukiman Desa Gampangsejati, serta sejumlah Kantor yang ada di Kecamatan Laren juga sempat tergenang, diantaranya Koramil Laren, Kantor Kecamatan Laren, Mapolsek Laren, juga jalan Desa setempat. *[Zam/BP]



