Guru Kehidupan Itulah KH. Abdurahman Syamsuri – Pendiri Ponpes Karangasem Lamongan

Bengawanpost.web.id, Lamongan – Untuk lebih memajukan Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Lamongan itu perlu dibentuk Badan Wakaf atau Wali Amanah. Seperti Badan Wakaf Ponpes Gontor yang beranggotakan 15 Alumni Gontor diantaranya Hidayat Nurhidayat, Din Syamsudin, KH. Dawam, dan lainya.
Hal tersebut disampaikan Prof. Uril Bahrudin – Alumni Ponpes Karangasem Lamongan Tahun 1991 dalam puncak acara Silaturahim Nasional (Silatnas) dan Tasyakuran Milad Ke-75 Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, Minggu (22/10/2023).
“Usia Ponpes Karangasem ini 75 tahun, tidak jauh dengan Ponpes Gontor yang mencapai 100 tahun. Semoga Ponpes Karangasem Lamongan semakin maju,” harap Prof. Uril Bahrudin.
Menurut Prof. Uril Bahrudin, kemajuan Ponpes Karangasem Lamongan tidak lepas dari sosok pendirinya, yakni KH. Abdurahman Syamsuri (Yi Man). Dimana jejak kebesarannya tertulis di buku berjudul ‘Yi Man Guru Kehidupan’.
“Yi Man itu pemimpin yang peduli Ummat dan Masyarakat. Sosok Yi Man itu Ulama yang kharismatik dan bersahaja sekaligus negarawan berhati mulia yang Hafidz sejak muda. Beliau adalah Waliyullah,” ungkap Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Penting diketahui, acara Silatnas dan Tasyakuran Milad Ke-75 terbagi menjadi tiga bagian, sesi pertama menghadirkan DR. (HC) Zulkifli Hasan (Menteri Perdangan RI) sebagai Keynote Speaker. Sesi kedua, orasi oleh Prof. Hilman Latif (Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Bendahara PP Muhammadiyah).
Sedangkan sesi ketiga diisi dengan acara sarasehan alumni bersama Prof. Uril Bahrudin (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), DR. Ziyad (Ketua Lembaga Haji dan Umroh PP Muhammadiyah), dan Ihsan Fauzan, M.Pd.I. (Ketua IKatan Keluarga Alumni Karangasem/IAKA).

Dalam pemaparannya, DR. Ziyad (Alumni Ponpes Karangasem Lamongan) berharap Santri Ponpes Karangasem Lamongan bisa mendapatkan beasiswa S2 dan S3 dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). LPDP ini merupakan sebuah lembaga yang bekerja dibawah pengawasan 3 kementrian yaitu: Kemenkeu, Kemendikbud, Kemenag.
“Santri Ponpes Karangasem Lamongan harus jelas orientasinya. Untuk itu, pemetaan minat santri harus dilakukan sejak awal agar tau mana santri yang berorientasi sains, agama dan bidang lainnya. Karena untuk bisa sekolah keluar negeri seperti ke Turki, Mesir, Saudi dan Negara lainnya, santri Karangasem harus diajari bahasa asing, dan ilmu pengetahuan yang jadi minatnya,” jelas Ketua Lembaga Haji dan Umroh PP Muhammadiyah ini. *[BP]



