
Bengawanpost.web.id, Lamongan – Ummat Islam Indonesia khususnya pesantren harus ikut dalam pengelohaan Ibadah Haji, sehingga seperti kebutuhan makanan jama’ah haji Indonesia yang selama ini disuplai beras dari Thailand, Pakistan, Amerika Latin, dan Negara lainnya bisa disuplai dari Indonesia sendiri.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama RI, Prof. Hilman Latif dalam orasinya di puncak acara Silaturahim Nasional (Silatnas) dan Tasyakuran Milad Ke-75 Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, Minggu (22/10/2023).
Selain itu pesantren juga harus menyiapkan SDM yang ahli di bidang manajemen keuangan, transportasi, dokter, perawat, ahli pertanian yang kuat, ahli infrasturktur, dan manifaktur sehingga mampu mengambil manfaat dalam ibadah haji.
“Kelemahan kita belum menerjemahkan manfaat secara luas pelaksanaan Ibadah Haji. Kita baru membimbing jama’ah haji, padahal Ibadah Haji harus memberi manfaat kepada Ummat Islam Indonesia. Untuk itu, Pesantren harus masuk di entitas ekonomi Haji biar kebutuhan beras, daging dan lainnya dapat disuplai dari Indonesia sendiri,” ajak Prof. Hilman Latif.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa Ibadah Haji memerlukan fisik yang kuat, yang mana jama’ah haji harus jalan kaki sepanjang 8-12 KM. Untuk itu, selain diajari do’a, dalam manasik haji juga diajari olahraga khususnya jalan kaki.
“Sebagai gerakan tajdid, diharapkan Muhammadiyah membuat Fiqih Haji yang memudahkan jama’ah Haji. Yang mana dalam manasik haji selain diajari do’a-do’a juga diajari olahraga jalan kaki,” harap Bendahara PP Muhammadiyah ini.
Prof. Hilman Latif menambahkan, pembimbing haji harusnya tersertifikasi. Untuk itu, fihaknya merencanakan Sertifikasi Pembimbing Haji untuk Muhammadiyah dan Aisyiah. Selain itu, dirinya berharap Ponpes Karangasem ikut menguatkan ekonomi haji dan konsisten melahirkan mubalig.
Untuk diketahui, di Ponpes Karangasem sudah mempunyai KBIH dan KBIHU yang bertugas melakukan pembimbingan terhadap jamaah ibadah haji dan umroh. Maka tingkatkan menjadi PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) adalah kedua badan yang bertanggung jawab dalam mengorganisir perjalanan ibadah haji dan umroh bagi jamaah dari Indonesia.
“Saya berharap tahun depan Ponpes Karangasem sudah memiliki PPIU dan PIHK, karena saat ini hanya mampu untuk membimbing jamaah. Tapi belum mampu untuk mengelola dana haji, selama ini dana haji dan umroh dikelola diberikan dan diberikan kepada pihak lain,” harapnya.
Penting diketahui, acara Silatnas dan Tasyakuran Milad Ke-75 terbagi menjadi tiga bagian, sesi pertama menghadirkan DR. (HC) Zulkifli Hasan (Menteri Perdangan RI) sebagai Keynote Speaker. Sesi kedua, orasi oleh Prof. Hilman Latif (Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Bendahara PP Muhammadiyah).
Sedangkan sesi ketiga diisi dengan acara sarasehan alumni bersama Prof. Uril Bahrudin (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), DR. Ziyad (Ketua Lembaga Haji dan Umroh PP Muhammadiyah), dan Ihsan Fauzan, M.Pd.I. (Ketua IKatan Keluarga Alumni Karangasem/IAKA). *[BP]



