
Oleh : Aulia Nisatul Arifah
Pembelajaran bahasa Indonesia dapat memberikan dampak yang positif, diantaranya, yaitu pembelajaran bahasa Indonesia dapat memperkuat pemahaman nasional dan memperkuat budaya suatu bangsa. Upaya tersebut dapat dilakukan untuk dipertahankan dan dilestarikan supaya terus ada dan tidak punah. Keterkaitan bahasa dengan bangsa Indonesia dapat dilihat dari berbagai bidang. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pikiran, gagasan, maupun perasaan. Pembelajaran bahasa Indonesia mengajarkan seseorang untuk menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Guru memiliki peran penting dalam perkembangan siswa baik secara akademik, sosial, dan pembentukan karakter..
Hal ini memunculkan beberapa problem dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu banyaknya bacaan dalam tes ujian, sehingga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, yaitu dapat menguji pemahaman siswa, meningkatkan konsentrasi siswa dalam ketahanan membaca, dan dapat mengembangkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis. Sedangkan dampak negatif bagi siswa, yaitu bacaan yang banyak dapat membebani siswa dengan waktu yang terbatas, dan bacaan yang banyak membuat siswa cepat lelah, serta menurunkan konsentrasi. Selain itu, dengan banyaknya bacaan siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami makna bacaan. Maka, guru dapat mengubah model tes sumatif dengan memberikan tes yang tidak terlalu banyak supaya lebih efisien.
Perlu diketahui, dengan seksama bahwa sekarang tes sumatif dibuat oleh guru bukan pemerintah lagi. Perubahan terhadap pembuatan tes sumatif yang dibuat oleh guru dapat membawa dampak positif bagi guru. Oleh karena itu, kesempatan ini dapat memberikan kebebasan dan fleksibelitas untuk melakukan penilaian. Selain itu, guru perlu mengevaluasi diri, apakah guru sudah mengetahui karakteristik siswa atau belum, maka perlu mengenal permasalahan yang ada dan memberikan tambahan pengajaran bagi siswa yang kurang.
Selanjutnya, guru dapat menyusun kegiatan Evaluasi Tengah Semester atau disebut dengan ETS yang tepat. Kegiatan evaluasi ETS mata pelajaran bahasa Indonesia, guru dapat membuat susunan soal yang beragam, seperti adanya visual, auditori, atau kinesik dengan bermain peran. Kegiatan tersebut tentunya harus diseuaikan dengan minat mereka dan membuat keadaan ujian yang tenang, terutama untuk siswa yang mempunyai ketidakstabilan emosi. Maka, ETS ini memiliki fungsi sebagai instrumemt evaluasi akademik, dan sebagai sarana untuk mencari dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki setiap siswa.
Pemahaman terhadap karakteristik siswa bisa dikatakan dengan baik atau tidak tergantung pada informasi guru yang didapat dari hasil observasi. Pemahaman yang baik diantaranya, yaitu menggunakan metode pembelajaran yang tepat, mengenali kelebihan dan kekurangan siswa, memberikan pendekatan yang personal dengan memberikan dukungan dengan memperhatikan aspek sosial dan emosional para siswa. Selain itu, guru dapat memberikan umpan balik yang tepat, dan komunikasikan dengan orang tua untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam mengenai perkembangan anak ketika diluar sekolah.
Kegiatan siswa untuk menambah kegiatan belajar diluar sekolah sering kali dilakukan oleh siswa diluar jam sekolah untuk memperdalam ilmu dan pengetahuannya, serta menambal ketidaktahuannya mengenai pembelajaran tertentu. Tips untuk mengejakan soal bahasa indonesia supaya tidak mudah cepat lelah, diantaranya dengan membaca soal terlebih dahulu, baru jawabannya. Kemudian, siswa dapat menentukan jawaban dengan melihat bagian bacaan teks induktif maupun deduktif. Selain itu, siswa juga bisa menggunakan tips lainnya, seperti memperhatikan petunjuk pengerjaan, membaca pertanyaan terlebih dahulu, menggunakan teknik skimming atau skanning, memahami jenis soal, dan mengenal ciri-cirinya, Tips seperti ini baik untuk dilakukan dalam mengerjakan tes soal sumatif mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini memberikan dampak yang positif bagi siswa untuk mempersingkat waktu, siswa tidak mudah cepat lelah, meningkatkan konsentrasi dalam mengerjakan soal, dan siswa mampu memahami teks tersebut dengan baik.
Salah satu guru berpendapat, bahwa terkait tes sumatif yang tidak lagi dibuat oleh pemerintah namun diserahkan ke sekolah memiliki dua pendapat. Pertama dampaknya terhadap guru, guru bisa menyesuaikan soal dengan pembelajaran yang sudah diajarkan, dalam hal ini harapannya soal tersebut bisa dengan mudah dikerjakan oleh siswa, sehingga siswa mendapatkan nilai memuaskan. Kedua dampaknya bagi siswa siswa dapat lebih cepat mempelajari kisi-kisi, karena kemungkinan besar Tes yang dilakukan sesuai dengan kompetensi awal, tujuan pembelajaran, hingga tahap pembelajaran materi ajar yang sudah disampaikan guru sebelumnya.
Hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya kelebihan itu bagi siswa, yaitu, siswa lebih tidak kesusahan materi tes yang disajikan, dan siswa lebih efisien dalam mengerjakan tes-tes. Kekurangannya bagi siswa, yaitu klasifikasi kepintaran atau ketercapaian materi bagi seluruh peserta didik di Indonesia tidak bisa disamaratakan. Tantangan guru saat membuat soal sumatif, yakni ketika guru membuat soal tentu harus memperhatikan tata penulisan yang benar, meningkatkan hasil tulisan tersebut nantinya akan dilihat dan ditiru siswa dikemudian hari. Guru juga tidak memiliki jaminan mengenai gambaran soal yang baik-benar.
Kesimpulannya, yaitu yang perlu dilakukan guru ketika dalam membuat soal sumatif diantaranya yaitu, pertama guru harus menentukan kriteria yang akan digunakan dalam merancang tes sumatif agar sesuai dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran yang telah diterapkan. Peran guru dalam mepersiapkan siswa untuk menghadapi tes sumatif dengan memberikan latihan atau pendekatan lainnya, memastikan bahwa tes sumatif yang dibuat tetap relevan dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan siswa dan dan tentunya berkualitas.
Penulis : Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UMS



