BeritaEdukasiKampus

UM Lakukan Riset Nasional: Mengukur Kebutuhan dan Permintaan Layanan Kesehatan Mental Mahasiswa

Bengawanpost.biz.id, Malang – Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan studi nasional kritis bertajuk “Need and Demand Layanan Kesehatan Mental Mahasiswa”. Penelitian ini bertujuan untuk merespons meningkatnya kerentanan mahasiswa terhadap isu kesehatan mental yang menjadi sorotan utama, terutama pasca pandemi COVID-19.

Latar Belakang dan Urgensi

Mahasiswa sering kali menghadapi tekanan multidimensi, mulai dari tuntutan akademik, adaptasi lingkungan, masalah finansial, isu keluarga, hingga krisis identitas. Kondisi ini menjadikan mereka kelompok yang sangat rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

Meskipun banyak perguruan tinggi telah memiliki fasilitas konseling, tingkat pemanfaatan layanan tersebut dinilai masih rendah. Fokus utama penelitian UM adalah mengungkap kesenjangan antara ketersediaan layanan dan realitas kebutuhan di lapangan.

Fokus Penelitian: Kebutuhan (Need) dan Permintaan (Demand)

Studi ini membedah dua aspek penting:

  1. Kebutuhan (Need): Tingkat kesadaran mahasiswa akan pentingnya dan kebutuhan mereka terhadap layanan kesehatan mental.
  2. Permintaan (Demand): Preferensi mahasiswa mengenai bentuk layanan, serta faktor-faktor yang memengaruhi aksesibilitas dan pemanfaatan layanan yang ada.

Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes., Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM, menjelaskan, “Kami ingin mengetahui secara lebih dalam bagaimana mahasiswa di seluruh Indonesia memandang layanan kesehatan mental, termasuk hambatan apa yang mereka hadapi untuk mengaksesnya, dan bentuk layanan ideal seperti apa yang mereka harapkan,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Bilqis Rojwa, salah satu anggota tim mahasiswa, menambahkan bahwa kampus dituntut untuk membangun sistem dukungan yang lebih proaktif, menyediakan ruang aman untuk bercerita, dan memberikan dukungan emosional yang berkelanjutan, bukan sekadar layanan konseling yang reaktif.

Metode, Waktu, dan Data Penelitian

Studi ini dilaksanakan melalui survei daring (online survey) yang disebarkan secara nasional.

  • Periode Penelitian: Juni hingga November 2025.
  • Pengambilan Data: Agustus hingga Oktober 2025 (3 bulan).
  • Target Responden: Mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
  • Jumlah Responden: Data berhasil dikumpulkan dari 442 mahasiswa dari berbagai institusi di seluruh Indonesia.
  • Data yang Dikumpulkan: Meliputi pengalaman, persepsi, preferensi layanan, dan eksplorasi faktor sosial/akademik yang memengaruhi kondisi psikologis.

Susunan Tim Peneliti

Penelitian ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM:

Jabatan Nama
Ketua Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes.
Anggota (Dosen) Nurnaningsih Heryah Ulfa, S.KM., M.Kes., Ph.D.
Lucky Radita Alma, S.KM., M.P.H.
Anggota (Mahasiswa) Bilqis Rojwa Zanufah
Yuvica Novica Gunawan
Mumtaz Jihanda

Tujuan Akhir dan Rekomendasi

Melalui analisis data yang komprehensif, tim berharap dapat merumuskan rekomendasi kebijakan dan strategi layanan kesehatan mental yang implementatif, dengan fokus pada layanan yang:

  • Inklusif
  • Mudah diakses (accessible)
  • Sesuai dengan kebutuhan (need-based) mahasiswa Indonesia saat ini. *[BP]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button