
Bengawanpost.web.id, Gresik – Pemuda yang diberi nama Waliyur Rahman, atau Rahman, kini menjadi sorotan di arena politik Kabupaten Gresik. Sebagai Bendahara Umum Partai Politik pada usia yang masih muda, kisahnya menjadi inspirasi dengan pengabdian yang membawa dampak positif bagi organisasi.
Rahman, seorang politisi muda yang baru merambah dunia politik, telah mencatat jejak pengabdian yang luar biasa. Meskipun dilahirkan karena keturunan dari (Alm.) KH. Ali Hasan Asy’ari, namun ia menegaskan bahwa perjalanan penuh lika-liku memerlukan semangat perjuangan tanpa putus asa untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Perjalanan hidup dari komunitas, organisasi, partai politik, hingga bisnis, dilalui dengan ikhlas, tekad kuat, dan kesetiaan tinggi demi meraih kesuksesan. Pemuda ini menempuh pendidikan di MI Nurul Ulum Gumeno Manyar Gresik pada tahun 1990, kemudian melanjutkan ke SMP Yayasan Sunan Dalem Gumeno (1996-1999).
Keunikan terlihat saat lulus, Rahman melanjutkan sekolah di PT. PAL SURABAYA dengan jurusan Konstruksi Kapal Baja dan Gambar Design (2002-2005). Tak berhenti di situ, ia bekerja di Kementerian Agama Kabupaten Gresik sambil menempuh pendidikan. Kiprahnya berkembang, dari Gambar Konstruksi hingga diterima di BBPJN V yang kemudian berganti nama menjadi BBPJN VIII, Kementerian Pekerjaan Umum.
Setelah berbagai pengalaman, Rahman kembali mengabdi di kotanya sendiri, meskipun meninggalkan pekerjaan karena pensiun dini sebagai pegawai di salah satu BUMD. Langkahnya semakin cemerlang dengan terjun ke dunia politik, menjabat Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Kabupaten Gresik yang merupakan salah satu Partai Besar di Kabupaten Gresik.
Pemilik PT. Sinergi Indo Prakarsa dan Bendahara Umum DPD LPM Kabupaten Gresik, Rahman, menggandeng perusahaan eksportir PT. Ajibakuh Anugerah dan PT. Sabian Berkah Abadi untuk membawa produk lokal ke Pasar Ekspor. Keuletannya menjadi Ketua Umum Pengda ACI Jawa Timur pada tahun 2017.
Selanjutnya Rahman mendirikan PT. Sunan Dalem Nusantara di bidang pertambangan dan batu galian, menandai kehadirannya sebagai pengusaha muda yang berpotensi di kancah bisnis. Kisah perjalanan Rahman, yang dikenal supel dan dekat dengan para Kyai dan Habib, menjadi inspirasi bahwa kesuksesan membutuhkan proses, seperti pohon yang berbuah hari ini hasil dari apa yang ditanam pada masa lalu.
Sebagai pesan penutup, Waliyur Rahman mengajak generasi muda untuk tidak takut berusaha, karena takdir masa depan tidak pernah terduga. Semoga kisah inspiratif ini mampu memberikan pengalaman berharga bagi banyak orang. *[BP]



